Bandar Lampung – Suasana Teater Tertutup Dewan Kesenian Lampung dipenuhi tawa, semangat, dan tepuk tangan saat Pentas Hari Anak Nasional sukses digelar pada Minggu (26/7/2026). Mengusung tema “Bertemu, Berkarya, Bertumbuh”, kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi anak-anak untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka di bidang seni dan budaya.
Sebanyak 63 anak tampil dalam berbagai pertunjukan, mulai dari tari, musik, menyanyi, melukis, modelling, hingga penampilan kreatif lainnya. Seluruh peserta berasal dari berbagai sanggar seni, komunitas, sekolah, dan lembaga pendidikan di Provinsi Lampung.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ruang berekspresi bagi anak-anak masih sangat dibutuhkan. Tak hanya menjadi ajang pertunjukan, Pentas Hari Anak Nasional juga menjadi wadah perjumpaan antarkomunitas seni sekaligus memperkenalkan dunia kesenian kepada generasi muda sejak usia dini.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Kesenian Lampung, Prof. Dr. Satria Bangsawan, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa anak-anak merupakan pewaris kebudayaan yang harus diberi ruang untuk tumbuh melalui pengalaman berkesenian.
“Anak-anak tidak hanya menjadi penonton kebudayaan, tetapi harus diberi kesempatan menjadi pelaku kebudayaan. Melalui panggung seperti ini, kita sedang menanam benih-benih kecintaan terhadap seni, membangun rasa percaya diri, sekaligus mempersiapkan generasi penerus yang akan menjaga dan mengembangkan kebudayaan Lampung di masa depan. Dewan Kesenian Lampung akan terus membuka ruang-ruang kreatif yang ramah bagi anak-anak agar proses regenerasi seni dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Prof. Dr. Satria Bangsawan.
Sepanjang kegiatan, antusiasme peserta maupun orang tua terlihat begitu tinggi. Setiap penampilan mendapat apresiasi hangat dari penonton yang memenuhi ruang pertunjukan. Kehadiran keluarga, guru, pelatih, dan masyarakat menjadi energi tersendiri bagi anak-anak untuk tampil percaya diri di atas panggung.
Pentas Hari Anak Nasional juga menjadi ruang kolaborasi berbagai komunitas seni yang bersama-sama menghadirkan pengalaman belajar sekaligus berkesenian bagi anak. Semangat “Bertemu, Berkarya, Bertumbuh” tercermin dari suasana kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung.
Melalui penyelenggaraan ini, Dewan Kesenian Lampung berharap momentum Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bahwa investasi terbaik bagi masa depan kebudayaan adalah memberikan ruang, kesempatan, dan kepercayaan kepada anak-anak untuk berkarya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, pendamping, dan panitia sebagai simbol komitmen bersama untuk terus menghadirkan panggung-panggung kreatif bagi generasi muda Lampung. Diharapkan, Pentas Hari Anak Nasional dapat menjadi agenda tahunan yang semakin memperkuat ekosistem seni anak di Provinsi Lampung serta melahirkan generasi yang kreatif, percaya diri, dan mencintai budaya daerahnya.
