Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meluncurkan Kaldera Lampung 2026, sebuah kalender event daerah yang memetakan rangkaian kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif sepanjang tahun 2026. Kalender ini dirancang sebagai panduan sekaligus strategi untuk menghidupkan sektor wisata, seni, dan budaya berbasis potensi lokal di seluruh wilayah Lampung.
Kaldera Lampung tidak sekadar memuat daftar kegiatan, melainkan menjadi etalase bersama yang mempertemukan tradisi, kreativitas, dan inisiatif komunitas. Sejak awal tahun hingga akhir Desember, publik akan disuguhi beragam agenda—mulai dari festival seni dan budaya, perayaan adat, event kuliner, pameran ekonomi kreatif, hingga kegiatan olahraga dan komunitas yang tersebar di berbagai daerah.

Sejumlah agenda unggulan kembali masuk dalam kalender, di antaranya Krakatau Festival, Lampung Event Kuliner, Tubaba Art Festival, serta berbagai festival berbasis kearifan lokal di kabupaten dan kota. Di penghujung tahun, perayaan akhir tahun di sejumlah wilayah juga menjadi penutup rangkaian kegiatan yang dirancang berkesinambungan.
Seluruh kabupaten dan kota di Lampung dilibatkan dalam Kaldera Lampung 2026. Pola sebaran event yang merata ini diharapkan mampu mendorong pergerakan wisatawan antardaerah, memperpanjang lama tinggal, sekaligus membuka ruang ekonomi bagi pelaku UMKM, seniman, dan pekerja ekonomi kreatif lokal.
Disusun secara kolaboratif, Kaldera Lampung 2026 juga diposisikan sebagai alat promosi strategis yang sejalan dengan kampanye nasional Bangga Berwisata di Indonesia dan penguatan citra Wonderful Indonesia. Melalui kalender ini, Lampung menegaskan arah pembangunan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada keberlanjutan budaya dan partisipasi masyarakat.
Dengan Kaldera Lampung 2026, pemerintah daerah optimistis Lampung kian mengukuhkan diri sebagai destinasi pariwisata unggulan di Sumatera—inklusif, berdaya saing, dan bertumpu pada kekuatan seni serta kreativitas warganya.
