Bandar Lampung — Ratusan warga Lampung memadati Bioskop XXI Mall Boemi Kedaton (MBK), Bandar Lampung, Sabtu (6/6/2026), dalam gelaran gala premiere film Jangan Buang Ibu. Kehadiran masyarakat yang begitu antusias menjadi penanda kuat bahwa film nasional masih memiliki ruang istimewa di hati penontonnya, khususnya di Lampung.
Acara pemutaran perdana tersebut menghadirkan dua pemeran utama film, Nirina Zubir dan Refal Hady, yang disambut hangat oleh para penggemar. Sejak siang hari, area bioskop telah dipenuhi penonton yang ingin menyaksikan langsung para pemain sekaligus memperoleh kesempatan menonton lebih awal sebelum film tersebut resmi tayang secara nasional pada 25 Juni 2026 mendatang.
Dalam kesempatan itu, Nirina Zubir menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan luar biasa yang diberikan masyarakat Lampung. Menurutnya, energi dan antusiasme penonton menjadi semangat tersendiri bagi seluruh tim yang terlibat dalam produksi film tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Lampung atas antusiasmenya hari ini,” ujar Nirina di hadapan para penonton.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut menyaksikan Jangan Buang Ibu saat resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia pada akhir Juni nanti.
Di balik kisah yang diangkat, film Jangan Buang Ibu membawa pesan kemanusiaan yang dekat dengan kehidupan banyak keluarga Indonesia. Film ini mengajak penonton untuk kembali merefleksikan hubungan antara anak dan orang tua, terutama ketika memasuki fase usia lanjut.
Produser film, Agung, yang juga berasal dari Lampung, menuturkan bahwa film ini lahir dari kegelisahan atas fenomena yang kerap terjadi di masyarakat saat ini.
“Banyak orang tua yang menghabiskan banyak uang dan waktunya bagi anak, tetapi ketika menua mereka sering merasa sendiri. Lewat film ini kita ingin mengingatkan bahwa orang tua bukan beban, mereka adalah rumah pertama yang kita miliki sebagai anak,” ujar Agung.
Menurutnya, film tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga ruang refleksi yang mampu menghadirkan kembali nilai-nilai kemanusiaan yang sering terlupakan dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana hangat dan penuh keakraban yang tercipta selama gala premiere menunjukkan besarnya minat masyarakat Lampung terhadap karya perfilman nasional. Kehadiran film dengan tema keluarga seperti Jangan Buang Ibu diharapkan tidak hanya mampu menarik perhatian penonton, tetapi juga menghadirkan ruang perenungan tentang arti kasih sayang, pengorbanan, dan penghormatan kepada orang tua.
Melalui kisah yang sederhana namun dekat dengan realitas kehidupan, Jangan Buang Ibu diharapkan menjadi salah satu film yang mampu meninggalkan kesan mendalam sekaligus mengingatkan kembali bahwa keluarga adalah ruang pertama tempat manusia belajar tentang cinta dan pengorbanan.
