Bandarlampung — Upaya merawat ingatan budaya dan menghidupkan kembali ruang-ruang perjumpaan seni di Lampung kembali menemukan momentumnya. Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, bekerja sama dengan Dewan Kesenian Lampung (DKL), bersiap menggelar Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Lampung 2023.
Helat kebudayaan ini akan berlangsung pada 25–28 September 2023, berpusat di kawasan Dewan Kesenian Lampung PKOR Way Halim, Bandar Lampung, yang selama empat hari akan disulap menjadi ruang temu seni, tradisi, dan kreativitas lintas generasi.
PKD Lampung 2023 mengusung tema “Bumei Gham Budayo Gham”, sebuah ajakan untuk kembali mengakar pada tanah dan kebudayaan sendiri. Tema ini mencerminkan semangat menjaga, memelihara, sekaligus merayakan kekayaan budaya Lampung yang beragam—dari tradisi tutur, seni pertunjukan, hingga ekspresi visual yang terus berkembang.
Melalui tema tersebut, masyarakat diajak menengok kembali nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur, menghargai keberagaman ekspresi budaya yang hidup di berbagai wilayah Lampung, serta menempatkan tradisi sebagai bagian penting dari kehidupan masa kini, bukan sekadar peninggalan masa lalu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Sulpakar, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan PKD terbuka untuk umum dan akan berlangsung di area Pasar Kreatif, sehingga masyarakat dapat hadir sebagai penonton sekaligus pelaku dalam perayaan kebudayaan ini.
Ia berharap PKD dapat menjadi pemantik bagi seniman dan budayawan untuk terus menggali potensi kearifan lokal, sejalan dengan semangat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017. Bagi Sulpakar, kebudayaan bukan hanya soal pelestarian, tetapi juga soal keberlanjutan dan keberanian untuk terus berkreasi.
Senada dengan itu, Ketua Dewan Kesenian Lampung, Satria Bangsawan, menekankan pentingnya keterlibatan seniman dan budayawan dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Kehadiran mereka dinilai akan memperkaya wajah PKD sekaligus membuka ruang bagi publik untuk mengenal lebih dekat keragaman budaya Lampung.
“PKD ini adalah ajang pesta seni daerah Lampung. Di sinilah peran Dewan Kesenian Lampung sebagai katalisator dan fasilitator seniman dijalankan secara nyata,” ujarnya.
Selama empat hari penyelenggaraan, PKD Lampung 2023 akan diisi dengan beragam kegiatan lintas disiplin. Mulai dari workshop dan sarasehan, festival seni, pemutaran film, permainan anak, hingga pameran lukisan. Pengunjung juga dapat menyambangi bazar, menyaksikan demo lukisan dan tapis, mengikuti Cawa Lampung, menikmati seni budaya show, ajang bakat, hingga pertunjukan Wayang Sekelik.
Dengan format yang terbuka dan beragam, Pekan Kebudayaan Daerah Lampung 2023 diharapkan menjadi ruang perjumpaan yang hidup—tempat seni, tradisi, dan masyarakat saling bertaut. Sebuah upaya bersama untuk memastikan bahwa kebudayaan Lampung terus tumbuh, bergerak, dan relevan di tengah perubahan zaman.
