Bandar Lampung — Upaya menyuarakan kembali identitas lagu daerah Lampung di tengah arus digitalisasi menjadi fokus utama dalam Sarasehan dan Penampilan bertajuk “Menyuarakan Identitas Lagu Daerah Lampung di Era Digital” yang digelar di Gedung Teater Tertutup Dewan Kesenian Lampung, Jumat (6/12/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahap II yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII, sebagai bentuk komitmen penguatan ekosistem seni budaya daerah, khususnya pada bidang musik dan lagu tradisional Lampung.
Lagu Daerah Lampung dan Tantangan Era Digital

Sarasehan menghadirkan sejumlah tokoh dan praktisi seni yang memiliki perhatian besar terhadap perkembangan musik Lampung, yakni Andy Ahmad Sampurna Jaya, Awan “Sindikat Sisa Semalam”, Dr. Ryan Hidayatullah, M.Pd., serta Dian “Idor”. Diskusi dipandu oleh In M. Zakaria selaku moderator.
Dalam pemaparannya, para narasumber menyoroti tantangan yang dihadapi lagu daerah Lampung di era digital, mulai dari minimnya regenerasi, perubahan selera pendengar, hingga belum optimalnya pemanfaatan platform digital sebagai ruang distribusi dan promosi karya.
Menurut para pembicara, digitalisasi bukan ancaman bagi lagu daerah, melainkan peluang untuk memperluas jangkauan audiens sekaligus memperkuat identitas budaya Lampung jika dikelola dengan strategi yang tepat.
Perlu Kolaborasi dan Adaptasi Kreatif

Diskusi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara seniman, komunitas, akademisi, dan lembaga kebudayaan dalam membangun ekosistem musik daerah yang adaptif. Lagu daerah Lampung dinilai perlu dikemas secara kreatif tanpa meninggalkan akar tradisi, agar tetap relevan bagi generasi muda.
Selain sesi sarasehan, kegiatan ini turut diisi dengan penampilan seni sebagai representasi nyata dari keberlanjutan lagu daerah Lampung dalam konteks kekinian.
Dewan Kesenian Lampung Perkuat Peran Strategis
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Dewan Kesenian Lampung dan DPD Lampung, serta menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam pemajuan kebudayaan daerah. Dewan Kesenian Lampung menegaskan perannya sebagai ruang dialog, pertukaran gagasan, dan penguatan identitas seni budaya Lampung di era digital.
Melalui sarasehan ini, diharapkan lahir gagasan dan langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan lagu daerah Lampung agar tidak hanya lestari, tetapi juga mampu bersaing dan hidup di tengah dinamika zaman.
